Kamis, 20 Juni 2013

Memo Malam =)) :D

1
ka, itu cimol berapa? | 10 ribu| *tiba-tiba* cimol-cimol 2ribu 2ribu| sial-___-

2
terus makannya mau pake apa??| ditusuk| baksonya ada banyak, ada bakso tusuk, ada bakso bulat, ada bakso kotak pilih yang mana?| -__- baso tusuk!!

3
wow motornya besar| iya| motor apa itu?| motor raksasa-_-| kerennn

 4
kalo dede jadi dokter, ntar tulisannya ganti ga?| *natep megan* | oled-oled maksdunya mah|-_-

 5
ka, rambut mamah lebih panjang dari dede ya?| panjangan juga dede tauu| iya ka?| *gue mulai ngomong* mau banget ya di bilang....| cantik *tempel jari telunjuk dipipi*| mitamit-__-

 6
itu mah kaya mamah *nunjuk gambar* | iya, sama an ya rambutnya?| *tatapan mata antara gue sama adek* itu iblis kale mah-__-

7
mah, mah emang tulisannya dokter harus gitu ya?|*hening*| oled-oled maksudnya mah| ga tau juga sih, ada rahasia apanya gitu? emang tulisannya harus digituin biar pasiennya ga bisa baca| *tambah hening*| mamah juga ga ngerti kenapa tulisannya dokter bisa oled-oled|-__-

8
mamah berarti dede tuh bentar lagi kelas 8 ya? | iya| mamah kata siapa?| internet|-__-

9
dramatisnya keliatan banget| dramatis apanya?| kepo| emang kamu tau dramatis itu apaan?| alay|wassalam-__-


 

Sabtu, 08 Juni 2013

Masa Itu Slalu Berubah

Masa sudah berubah, yang lama menjadi baru. Dari kelamaan itu terdapat kenangan yang terbawa sampai hari ini. Dulu, kita masih akrab. Bisa bertatap muka, bercanda, bercakap yah walau terkadang hanya satu dua kata yang keluar dari mulut, tapi itu sudah lebih dari cukup.

Sebut saja kamu sebagai A dan aku sebagai B. Kita mengenal satu sama lain sudah lama dan terlalu dekat. Hingga saatnya kitsa sama-sama menginjak remaja, aku kelas 7 saat itu dan kamu kelas 8, satu tahun lebih tinggi memang jabatanmu dariku, tapi umur kita tidak terlalu jauh masih dalam kelahiran 1996. Kamu baik dalam hari-hari mendekatiku, hingga kamu ucapkan "aku ingin menjadi pacarmu" meyakiniku bahwa kau tidak akan pernah meninggalkanku. Saat itu. Hari mulai berjalan ketika awal kamu meminta itu dan aku menjawab "iya" hubungan ini begitu menyenangkan mengingat kau slalu ada disampingku, datang ketika aku meminta pertolongan dan pergi ketika aku meminta sendiri. Egois memang. Ntah apa aku adalah seorang yang terkutuk untuk menyakitimu walau kau yang slalu meyakiniku tentang "aku akan slalu ada disini bersamamu bagaimanapun sikap kamu" mungkin hari itu kau sedang lelah jadi untuk pertama kalinya kau menolak permintaanku untuk datang malam itu, memintaku menjauh untuk beberapa waktu dan sejak saat itu aku yang mulai berganti meyakinimu bahwa "aku akan slalu ada disini bersamamu bagaimanapun sikap kamu juga keadaanmu" tapi sikap menolak permintaanku walau aku sudah memohon dan kau tetap meminta agar aku tetap menjauhimu tidak hanya beberapa hari, tidak juga beberapa minggu, bahkan bulan, kau menginginkan itu untuk sebisa aku menjauh dari kamu dan sebisa kamu menjauh dariku.

Malam itu, kita berakhir. Aku menjauh sebisa diriku dan kamu menjauh dariku sebisamu. Kita sudah usai, kau pergi dan aku pergi. 2 minggu sejak kita berakhir aku melihat kamu bersama dia, memang hanya melihat dalam sebuah jejaring sosial. Apakah sekarang aku yang dikutuk untuk menyakitiknya?? ataukah aku yang dikutuk untuk berbalik menyakitiku?? apapun kutukan itu sama-sama menyakitkan. Niatku bulat untuk bisa semakin jauh darimu dan akhirnya aku bertemu orang lain, tapi berbeda segalanya dari kamu. Jauh berbeda. Sangat. Aku mulai mengingkari niat itu, aku kembali padamu. Sedikit-sedikit, perlahan dekat kemudian kembali akrab. Aku bahagia dengan kepicikan ini, berniat untuk kembali menyerang membalas luka yang masih ada hingga menjadi kenangan yang paling menyakitkan, tidak sampai kita kembali untuk lebih lama. Kau menghilang, pergi dari indomesia, entah kemana. Bahkan rumah yang dulu bisa aku lihat dari jendela kamarku tidak terlihat lagi keluarga yang tinggal hanya terlihat tulisan "RUMAH DIJUAL" apakah dalam membalas luka ini aku harus menunggu hingga luka ini berubah menjadi rindu?? 6 bulan aku menunggu kehadiranmu datang kembali menemuiku memberi kabar walau hanya sebuah sapa "hallo" itu yang sering kamu kirim ketika pagi hari untuk membangunkanku. Aku juga menginginkan dulu, ketika banyak soal-soal yang tidak aku mengerti datang menyita pikiranku kamu datang membantu membuat soal itu begitu mudah dimataku, pamit ketika kamu pulang lalu mencium punggung tangan kananmu, menjemputku pulang dari tempat les bukan dengan mobil memamang hanya sebuah sepeda motor metic, tapi aku menginginkan hal itu terjadi kembali. Sungguh! dan saat kau kembali aku tidak akan menagih padamu untuk membuat luka yang sama seperti ku, karena dengan kau kembali dan hadir dalam pesan handphonku itu membuatku terasa impas atas luka-luka itu.

3 november 2012 hari itu, membuat luka yang dulu tinggal membekas kini tersayat lagi, memang hari itu kamu datang dalam hidupku, bahkan aku bisa melihatmu begitu dekat, meraba wajahmu, tapi tidak menyapaku. Kamu datang membawa luka yang begitu dalam, membuat nafas tidak begitu berarti karena kamu datang tidak dengan rohmu hanya ragamu. Dulu, kamu menginginkan kita untuk usai mengakhiri semuanya, karena mungkin ini yang kamu takuti membuatku begitu memiliki luka ketika kamu pergi dengan kita masih menjalin ikatan. Tapi apakah kau tahu?? luka itu akan baik-baik saja karena andai saja ketika kamu melewati masa sulitmu, merawat rasa sakit ditubuhmu aku ada disampingmu, menjagamu, karena aku yang menyakinimu "aku akan slalu ada disini bersamamu bagaimanapun sikap kamu juga keadaan kamu" masa itu slalu berubah, tapi aku tidak pernah berubah untuk mengagumimu